Melchias Mekeng Ketua Fraksi Golkar MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Manado

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANADO, SulutEkspos.com – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, M.H, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Indonesia di pusat kuliner rakyat Jalan Roda (Jarod), Kota Manado, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar MPR RI, Aditya Anugrah Moha (ADM), serta Akbar Faizal dari Nagara Institute. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa dan masyarakat umum, dengan tema “Meneguhkan Semangat Kebangsaan Bagi Generasi Penerus Bangsa Melalui Pemahaman Empat Pilar MPR RI”.

Sosialisasi diawali sambutan ADM yang menekankan pentingnya pemahaman empat pilar bagi seluruh masyarakat. Ia menyebut, MPR memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai tersebut terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Sementara itu, Melchias Markus Mekeng saat menyampaikan materi sosialisasi, mengingatkan bahwa dinamika global dan pesatnya perkembangan teknologi dapat mengikis rasa cinta tanah air jika tidak diimbangi pemahaman mendalam tentang jati diri bangsa. Karena itu, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi fondasi yang harus terus diamalkan.

“Kalau negara ini tidak memiliki falsafah, maka akan datang falsafah-falsafah baru yang dapat menghancurkan bangsa,” tegas Mekeng.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mengalami kehancuran karena lemahnya fondasi kebangsaan. “Contohnya Irak, Libya, dan Suriah. Negara-negara ini kaya dan rakyatnya sejahtera, tetapi karena falsafah negara tidak kuat, masuklah ideologi ekstrem yang memecah belah,” ujarnya.

Mekeng kemudian menegaskan peran Pancasila sebagai perekat keberagaman Indonesia. “Kalau tidak ada Pancasila, rakyat akan ribut. Ada yang merasa agamanya lebih tinggi, sukunya lebih hebat, bahkan rasnya lebih unggul dari yang lain,” katanya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa Pancasila adalah harga mati. “Kalau Pancasila tidak ada, cepat atau lambat negara ini akan kacau dan dijajah,” tandasnya.

Menurut Mekeng, kemampuan Indonesia hidup damai dalam perbedaan adalah buah dari kokohnya falsafah Pancasila. Tanpanya, Indonesia akan kehilangan arah dan mudah terjebak konflik identitas.

Selain sosialisasi, para peserta juga diberi ruang diskusi dan dialog tanya jawab. Kesempatan ini mendapatkan antusias peserta yang langsung menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan kepada MPR RI.
(rifq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fajar Baru Kesejahteraan Imam: Catatan atas Pelantikan Pengurus IPIM Kota Manado 2026-2031
Plaza Ramadhan Resmi Digelar, Jadi Ikon Wisata Kuliner dan Penggerak UMKM di Manado
Liquid Executive Bar & Lounge Manado Bantah Tudingan Sarang Keributan
Hasilkan Struktur Komisaris dan Direksi, RUPS BSG 2026 Berlangsung Lancar dan Sukses
Disnaker Luncurkan Buku Rencana Tenaga Kerja Daerah Kota Manado 2025-2029
RUU Kabupaten Kota Dibahas, Pemkab Boltim Sampaikan Aspirasi Daerah ke DPR RI
Kehadiran Bupati Oskar Manoppo Mewarnai Perayaan HUT ke-402 Kota Manado 
PDNA Manado Berbagi Takjil Gratis
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:57

Fajar Baru Kesejahteraan Imam: Catatan atas Pelantikan Pengurus IPIM Kota Manado 2026-2031

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:55

Plaza Ramadhan Resmi Digelar, Jadi Ikon Wisata Kuliner dan Penggerak UMKM di Manado

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:00

Liquid Executive Bar & Lounge Manado Bantah Tudingan Sarang Keributan

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:17

Hasilkan Struktur Komisaris dan Direksi, RUPS BSG 2026 Berlangsung Lancar dan Sukses

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:39

Disnaker Luncurkan Buku Rencana Tenaga Kerja Daerah Kota Manado 2025-2029

Berita Terbaru