Garda Terdepan Halal: Pelantikan Juleha Sulawesi Utara sebagai Awal Era Baru Konsumsi Halalan Thayyiban

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sumarno
(Sekum FOKUS BTM SULUT)

Manado, SulutEkspos.com – Udara pagi ini di Manado terasa lebih sejuk dan khidmat menjelang pelantikan pengurus Juru Sembelih Halal (JULEHA) Sulawesi Utara digelar. Di balik seragam rapi dan wajah-wajah serius yang akan dilantik siang ini, tersimpan tanggung jawab besar yang menjembatani antara syariat Islam dengan kesehatan masyarakat. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan sebuah pernyataan sikap, sebuah proklamasi bahwa Sulawesi Utara serius menjamin kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakatnya dari hulu hingga ke meja makan.

Juleha, yang seringkali tak terlihat dalam keseharian kita, adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam industri daging halal. Selama ini, mungkin banyak yang menganggap penyembelihan hanyalah perkara pisau tajam dan niat. Namun, pelantikan Juleha Sulut menegaskan bahwa teknik penyembelihan adalah ilmu yang memerlukan kompetensi khusus (SNI 99002:2016). Mereka yang dilantik adalah mereka yang memahami anatomi hewan, memastikan terputusnya tiga saluran utama (khulkum, mari’, dan wadajain) secara cepat, dan yang terpenting memperlakukan hewan dengan ihsan.

Dalam konteks Sulawesi Utara, yang dikenal memiliki keragaman budaya dan kuliner yang kaya, peran Juleha menjadi sangat strategis.

Pertama, Juleha sebagai Benteng Akidah (Aspek Syariat).
Makanan adalah salah satu poin penting dalam Islam. Daging yang halal harus dipastikan kehalalannya dari cara penyembelihannya. Juleha memastikan bahwa tidak ada keraguan, tidak ada syubhat dalam setiap tetes darah hewan yang disembelih. Kehadiran Juleha bersertifikat memberikan ketenangan batin (tranquility) bagi konsumen Muslim bahwa produk yang mereka beli telah sesuai ketentuan syariat.

Kedua, Juleha sebagai Penjamin Kesehatan (Aspek Kesehatan Masyarakat/Kesmavet).
Juleha bukan hanya soal ‘halal’, tapi juga ‘thayyib’ (baik/sehat). Seorang Juleha dilatih untuk mengenali tanda kesehatan hewan, memastikan darah keluar sempurna (bukan membeku di dalam daging), yang secara teknis membuat daging lebih higienis, segar, dan tahan lama. Ini adalah kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat di Sulut.

Ketiga, Juleha sebagai Pilar Ekonomi Halal (Aspek UMKM dan Pariwisata).
Sulawesi Utara terus berbenah meningkatkan sektor pariwisata dan UMKM. Dengan Adanya pengurus Juleha yang dilantik akan meningkatkan kepercayaan wisatawan Muslim yang berkunjung. Daging yang disembelih oleh Juleha tersertifikasi memiliki nilai tambah. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan menjadikan daerah kita sebagai destinasi ramah Muslim.

Keempat, Juleha sebagai Edukator Ihsan (Aspek Kesejahteraan Hewan).
Penyembelihan halal yang benar adalah bentuk kasih sayang (ihsan) kepada hewan, memastikan mereka tidak stres dan mati tanpa penderitaan yang lama. Juleha mengajarkan bagaimana memperlakukan hewan kurban atau ternak potong dengan terhormat.

Pelantikan Juleha Sulut ini harus didukung oleh seluruh pihak—pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, hingga masyarakat. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan halal bukan sekadar label, melainkan proses yang benar-benar terjaga. Dengan adanya Juleha, kita berharap Sulawesi Utara tidak hanya kaya akan keindahan alamnya, tetapi juga jaminan kehalalan produk hewani yang aman, sehat, dan berkah.

Selamat bekerja, para Juleha Sulawesi Utara. “Bahu-membahu menjaga meja makan umat”. (***)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pembekalan Putra-Putri Literasi Sulut, Bara Tekankan Peran Generasi Muda Tangkal Hoaks
SMK Muhipa Padukan Penguatan Ideologi dan Mutu Pendidikan
Pendaftaran Pemilihan Putra Putri Literasi Sulut 2026 Resmi Dibuka! Ini Syarat dan Jadwalnya
Fajar Baru Kesejahteraan Imam: Catatan atas Pelantikan Pengurus IPIM Kota Manado 2026-2031
False Flag—Labirin Cermin dan Sabotase di Teluk
Urgensi Legalitas UPZ Masjid: Antara Keberkahan dan Risiko Hukum
Zakat, Kemajuan Umat, dan Konteks “Pesan Menag yang Terpotong”
Plaza Ramadhan Resmi Digelar, Jadi Ikon Wisata Kuliner dan Penggerak UMKM di Manado
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:35

Pembekalan Putra-Putri Literasi Sulut, Bara Tekankan Peran Generasi Muda Tangkal Hoaks

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:28

SMK Muhipa Padukan Penguatan Ideologi dan Mutu Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:55

Pendaftaran Pemilihan Putra Putri Literasi Sulut 2026 Resmi Dibuka! Ini Syarat dan Jadwalnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:57

Fajar Baru Kesejahteraan Imam: Catatan atas Pelantikan Pengurus IPIM Kota Manado 2026-2031

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:23

False Flag—Labirin Cermin dan Sabotase di Teluk

Berita Terbaru