Kronologi dan Korban Meninggal Kecelakaan Pesawat Perintis Sam Air di Pohuwato

Minggu, 20 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POHUWATO, SulutEkspos.com – Pada 20 Oktober 2024, sebuah pesawat perintis milik PT. SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Pesawat tersebut sedang melayani penerbangan dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo menuju Bandara Panua, Pohuwato.

Pesawat ini dikendalikan oleh Kapten M. Saefurubi A, didampingi oleh First Officer M. Arthur V. G, serta seorang teknisi bernama Budijanto. Selain awak pesawat, terdapat satu penumpang yang terdaftar, yaitu Sri Meyke Male.

Berdasarkan kronologi kejadian, pesawat PK-SMH lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 WITA (23:03 UTC) dan diperkirakan akan tiba di Bandara Pohuwato pada pukul 07:33 WITA (23:33 UTC), di bawah kondisi cuaca yang berawan. Namun, pada pukul 07:22 WITA (23:22 UTC), kontak dengan pesawat hilang. Beberapa jam kemudian, pesawat ditemukan dalam keadaan hancur total di area rawa-rawa sebelum landasan pacu 27 di Bandara Pohuwato.

Kecelakaan ini menelan korban jiwa empat orang, yaitu pilot, kopilot, teknisi, dan penumpang. Semua korban telah dievakuasi ke Puskesmas Motolohu, Pohuwato.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi ini. “Kami sangat berduka atas kecelakaan yang menimpa pesawat perintis PT. SAM Air di Pohuwato. Kami turut mendoakan dan menyampaikan simpati kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Lukman juga menegaskan bahwa pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara saat ini bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta para pemangku kepentingan terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini.

“Kami berharap investigasi dapat berjalan dengan lancar, dan langkah-langkah pencegahan dapat segera diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan,” tutup Lukman.
(*iq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Muslimat Al-Wasliyah Sulawesi Utara Gelar Khitanan Massal Gratis
Doa dan Harapan Orang Tua Buat Rasya Athaya Ligawa
Meski Diguyur Hujan, Relawan Djendri Keintjem Santuni Korban Banjir Manado
Bantu Korban Banjir Manado, Lexsy Mamonto: Peduli Sesama Harus Jadi Gaya Hidup
Terobos Lumpur dan Becek, Lexsy Mamonto Serahkan Bantuan ke Korban Banjir Manado
Agus Abdullah Jeno Layak Pimpin KKIG Manado
Peringati Tahun Baru Islam, YSMI Berbagi Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Salah Satu Ketua Partai di Sulut Dililit Utang, Pangbes Andy Rompas: Saya Beri Waktu 24 Jam Tuk Bayar!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 Oktober 2024 - 12:14

Kronologi dan Korban Meninggal Kecelakaan Pesawat Perintis Sam Air di Pohuwato

Minggu, 26 November 2023 - 22:22

Muslimat Al-Wasliyah Sulawesi Utara Gelar Khitanan Massal Gratis

Kamis, 22 Juni 2023 - 22:14

Doa dan Harapan Orang Tua Buat Rasya Athaya Ligawa

Rabu, 8 Februari 2023 - 15:37

Meski Diguyur Hujan, Relawan Djendri Keintjem Santuni Korban Banjir Manado

Jumat, 3 Februari 2023 - 17:28

Bantu Korban Banjir Manado, Lexsy Mamonto: Peduli Sesama Harus Jadi Gaya Hidup

Berita Terbaru