Kisah Sederhana Maskur Tempomona, Nelayan dari Timur Indonesia

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis:Adi Bawenti 

Di tengah hamparan laut biru kawasan timur Indonesia, hidup seorang pria sederhana bernama Maskur Tempomona. Ia lahir pada 5 Mei 1966 di wilayah Kepulauan Sangihe, sebuah daerah yang dikenal dengan kehidupan masyarakat pesisirnya yang erat dengan laut.

Sejak muda, Maskur menjalani kehidupan sebagai seorang nelayan. Laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga bagian dari identitasnya. Dengan perahu sederhana dan alat tangkap seadanya, ia menafkahi keluarga dengan penuh ketekunan.

Perjalanan hidup Maskur membawanya merantau ke berbagai daerah. Ia sempat menetap di Tobelo, tepatnya di Desa Lolobata, bersama anak kandung serta menantunya yang bekerja sebagai tukang. Kehidupan di perantauan tidak selalu mudah, namun kebersamaan keluarga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan.

Tak hanya itu, kisah hidup Maskur juga bersinggungan dengan wilayah Kendari dan Bombana. Nama Demang Udin Kuding disebut-sebut dalam perjalanan hidupnya, meski detail kisah tersebut menjadi bagian dari cerita yang belum sepenuhnya terungkap.

Akar keluarga Maskur juga terhubung dengan Desa Bajugan, sebuah desa di Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Nama-nama seperti Jemi, Pata, Fani, Pata, dan Sem Adokia menjadi bagian dari lingkaran keluarga dan kerabat yang mewarnai perjalanan hidupnya.

Meski hidup dalam kesederhanaan, Maskur Tempomona adalah potret nyata keteguhan masyarakat pesisir Indonesia. Ia bukan tokoh besar yang dikenal luas, namun kisahnya mencerminkan perjuangan, keluarga, dan nilai kehidupan yang kuat, tentang bagaimana seseorang tetap bertahan dan melangkah di tengah keterbatasan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Samsudin Bertanya, Kemenko Pangan Menjawab: Desak Langkah Konkret Hadapi Kekeringan Di Boltim 
Bupati Oskar Tetapkan Tiga Plt untuk Perkuat Pelayanan Pemerintahan Boltim 
Jakaria Due Siap Maju Bertarung dalam Pemilihan Sangadi 
Ketua DPRD Boltim Desak PT ASA Tambah Kuota Magang bagi Warga Lokal
Bupati Boltim: Tidak Ada Bukti Administratif HGU di Kotabunan
Sosok Samuel Naibaho, Kasi Intel Kejari Talaud yang Mengedepankan Pencegahan dan Edukasi Hukum
PT ASA Libatkan dan Dengar Masukan Masyarakat Lingkar Tambang Dalam Penyusunan AMDAL
Memaknai Arti Berbagi di Idul Adha, SDN 1 Bulawan Sembelih Satu Ekor Sapi
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:59

Samsudin Bertanya, Kemenko Pangan Menjawab: Desak Langkah Konkret Hadapi Kekeringan Di Boltim 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:34

Bupati Oskar Tetapkan Tiga Plt untuk Perkuat Pelayanan Pemerintahan Boltim 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:43

Jakaria Due Siap Maju Bertarung dalam Pemilihan Sangadi 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:44

Ketua DPRD Boltim Desak PT ASA Tambah Kuota Magang bagi Warga Lokal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:00

Bupati Boltim: Tidak Ada Bukti Administratif HGU di Kotabunan

Berita Terbaru