KOTABUN, SulutEkspos.com – Kinerja pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan air bersih yang tidak menentu, bahkan air baru mengalir pada saat tengah malam buta.
Hal ini tentu sangat menyulitkan masyarakat. Bagaimana tidak, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia setiap hari, bukan justru membuat warga harus menunggu hingga larut malam untuk mendapatkan air.
Warga pun mempertanyakan keseriusan pihak PDAM dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Jika persoalan air terus berulang, lalu bagaimana bentuk pelayanan yang diberikan kepada pelanggan?
“Apakah masyarakat harus terus begadang hanya untuk menampung air? Kami membayar tagihan setiap bulan, tetapi pelayanan yang diterima justru tidak menentu,” ujar warga, Kamis (5/11/2026) dalam keluhan yang patut menjadi perhatian pihak pengelola.
Pihak PDAM diminta tidak tinggal diam dan segera melakukan perbaikan terhadap kinerja petugas di lapangan, termasuk memperbaiki sistem air agar dapat mengalir secara normal pada jam-jam yang wajar.
Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban buruknya pelayanan. PDAM harus ingat bahwa air bersih bukan hadiah bagi pelanggan, melainkan hak masyarakat yang telah membayar kewajibannya.
Pelayanan publik harus mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan membuat masyarakat terus menyesuaikan hidup dengan ketidakpastian aliran air.
Kini masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji dan alasan.
(***)












