TUTUYAN, SulutEkspos.com – Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, mendesak PT Arafura Surya Alam (ASA) menambah kuota program magang bagi masyarakat lokal.
Dorongan tersebut disampaikan Samsudin sebagai bagian dari upaya memastikan keberadaan investasi pertambangan di Boltim tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Menurut Samsudin, program magang perlu diperluas agar menjadi salah satu jalur pembentukan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan dan pengalaman kerja. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terkendala persoalan kompetensi ketika perusahaan membuka rekrutmen.
“Jumlah peserta magang perlu ditambah. Dengan begitu, ketika perusahaan membuka rekrutmen karyawan, tidak ada lagi alasan bahwa pelamar belum memiliki keterampilan. Mereka harus diberi ruang untuk dilatih dan dibekali pengalaman, sehingga ketika kesempatan kerja terbuka, mereka sudah siap dan memiliki kompetensi,” tegas Samsudin, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai, investasi di sektor pertambangan semestinya berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari jumlah tenaga kerja lokal yang terserap.
Samsudin mendorong PT ASA menjadikan program magang sebagai instrumen penguatan keterampilan dan pengalaman kerja. Bekal tersebut, kata dia, tidak hanya bermanfaat bagi peserta untuk mendapatkan peluang bekerja di PT ASA, tetapi juga membuka kesempatan untuk bersaing di dunia kerja yang lebih luas.
“Ketika perusahaan memberikan pelatihan kepada mereka yang mengikuti magang, setelah memiliki pengalaman dan keterampilan, mereka tidak harus bekerja di sini (PT ASA-red). Mereka bisa bekerja di tempat lain karena sudah memiliki pengalaman kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan kesempatan dalam program magang. Menurut Samsudin, peluang peningkatan kapasitas tenaga kerja harus terbuka bagi laki-laki maupun perempuan.
“Kesempatan itu tidak harus untuk laki-laki, perempuan juga harus mendapatkan ruang yang sama,” tambahnya.
Samsudin menegaskan, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal tidak semestinya berhenti pada persentase perekrutan. Lebih dari itu, masyarakat Boltim harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil seiring berkembangnya investasi pertambangan.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 60 persen tenaga kerja yang telah direkrut PT ASA merupakan putra-putri asli Kabupaten Boltim.
Namun, Samsudin menilai capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan kualitas SDM. Tingginya persentase pekerja lokal, menurutnya, belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan pemberdayaan masyarakat apabila tidak dibarengi peningkatan keterampilan dan daya saing.
Karena itu, ia berharap PT ASA memperluas kuota program magang sehingga lebih banyak anak muda Boltim memperoleh kesempatan mendapatkan pelatihan serta pengalaman kerja secara langsung.
Menanggapi dorongan tersebut, Manager Departemen Eksternal PT ASA, Reginal Pontoh, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan Ketua DPRD Boltim.
“Kami akan follow up masukan dari beliau. Terima kasih,” singkat Pontoh.
(Adi Bawenti)












